Tradisi Mohibadaa, Perawatan Wajah Ala Masyarakat Gorontalo

Tampil cantik dan mempesona sudah pasti menjadi dambaan setiap wanita. Kini produk kecantikan berbahan kimia sudah semakin beragam. Namun berbeda dengan wanita di Gorontalo yang merawat wajah dengan mohibadaa.

Apa itu mohibadaa? Tradisi mohibadaa berkaitan dengan kebudayaan dalam merawat kesehatan wajah. Para wanita di Gorontalo, Sulawesi Utara mengoleskan ramuan tersebut pada kulit wajahnya di bulan Ramadhan.

Menjaga dan melestarikan salah satu kebudayaan hasil peninggalan nenek moyang ini sebaiknya diturunkan dari generasi ke generasi.

Baca juga: 4 Fakta tentang Retinol, Produk Skincare yang Bikin Awet Muda

Tradisi mohibadaa menggunakan rempah-rempah asli tanpa bahan kimia

(foto: genpi)

Tradisi mohibadaa merupakan ramuan berbahan tradisional sebagai bedak untuk merawat wajah. Ramuan tersebut terdiri dari campuran rempah-rempah asli, tidak mengandung bahan kimia sedikitpun.

Rempah yang digunakan diantaranya tepung beras, kencur (humopoto), bungale, dan kunyit (alawahu). Bahan-bahan ini kemudian ditumbuk hingga halus dan dicampurkan menjadi satu.

Bahannya yang alami membuat ramuan mohibadaa sangat aman bagi penggunanya. Cara menggunakannya cukup mudah.

Rempah-rempah yang sudah dicampur dan ditumbuk halus kemudian dioleskan langsung ke area wajah atau seluruh tubuh. Agar mendapatkan hasil tumbukan yang halus, sebaiknya menggunakan beras ketan (pulo).

Tradisi membalurkan ramuan alami ini biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadan. Namun tak ada salahnya juga jika ingin melakukannya di luar bulan Ramadan. Bahkan tradisi ini bisa dilakukan setiap hari.

Ramuan mohibadaa bisa dibuat sendiri dalam bentuk masker wajah

Tradisi Mohibadaa, Perawatan Wajah Ala Masyarakat Gorontalo

(foto: doktersehat)

Berikut ini adalah penjelasan cara membuat ramuannya. Mohibadaa berbentuk bedak, cara membuatnya juga mudah bahkan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Pertama-tama, rendam beras terlebih dahulu selama beberapa jam. Selanjutnya beras yang direndam ditumbuk dengan kunyit, kencur, dan bangle. Tumbuk dengan cukup keras hingga campuran tersebut menjadi tepung.

Setelah dirasa cukup halus, tepung tersebut dioleskan perlahan ke wajah sebagaimana masker wajah. Rasakan manfaatnya hingga masker mengering.

Bilas dengan air bersih jika masker sudah mengering. Agar kulit semakin terlihat glowing, bisa juga gunakan ramuan ini setiap hari.

Selain bercahaya, wanita Gorontalo percaya tradisi ini membuat kulit lebih segar, lembab, dan mencegah kerutan di wajah.

Baca juga: Apa Itu Binge Watching, Ketika Sulit Berhenti Nonton Film

Kandungan ramuan mohibadaa juga memiliki banyak manfaat di kulit wajah

Tradisi Mohibadaa, Perawatan Wajah Ala Masyarakat Gorontalo

(foto: pronounceskincare)

Bahan-bahan alaminya memberikan manfaat tersendiri. Misalnya kencur bisa menghilangkan jerawat, tanaman ini bisa mencegah hormon yang memicu pertumbuhan jerawat.

Kunyit mengadung antioksidan dan antiinflamasi yang baik. Tak heran jika penggunaan kunyit pada mohibadaa bisa mencegah penuaan dini.

Untuk itu juga wanita Gorontalo percaya bahwa ramuan ini bisa mencegah kerutan pada wajah.

Sedangkan untuk tepung beras mengandung vitamin dan asam amino yang berperan dalam mencerahkan kulit. Kemudian ada kandungan para aminobenzoic acid, khasiatnya sebagai tabir surya yang sangat ampuh.

Tepung beras juga bisa mengatasi kulit berminyak, apakah Anda memiliki kulit berminyak? Kelebihan minyak pada kulit wajah akan diserap oleh kandungan tepung beras. Partikelnya juga mudah menyatu dengan lapisan kulit wajah.

Ritual mohibadaa menjadi bagian dari tradisi di bulan Ramadan

Tradisi Mohibadaa, Perawatan Wajah Ala Masyarakat Gorontalo

(foto: genpi)

Ramuan mohibadaa umumnya dipakai masyarakat Gorontalo ketika memasuki bulan Ramadan. Masuk akal juga, karena ketika berpuasa kekurangan cairan tubuh yang bisa menyebabkan kulit menjadi kering.

Ditambah lagi suhu udara Kota Gorontalo cenderung panas dan kering. Nah, ramuan ini bisa menjadi solusi yang murah meriah dalam melembabkan kulit wajah atau tubuh.

Sebenarnya tidak dilarang juga menggunakannya di luar bulan Ramadan, sah-sah saja kapan pun akan menggunakannya.

Sekarang kita tahu kalau setiap daerah memiliki ragam budaya yang melahirkan tradisi kecantikan di Nusantara. Tradisi kecantikan alami ini wajib dijaga bahkan diturunkan ke anak cucu agar tetap ada sampai kapanpun.

Hal ini juga menandakan bahwa wanita Indonesia selalu punya cara sendiri dalam merawata kecantikannya secara alami.

Apalagi tidak perlu menggunakan produk kecantikan yang dicampur bahan kimia, keamanannya belum terjamin 100%. Apakah kamu tertarik untuk mencoba ramuan mohibadaa?