9 Manfaat Push Up, Mengencangkan Otot hingga Payudara

Salah satu manfaat push up yang bisa kita rasakan jika dilakukan secara rutin adalah menguatkan otot bahu, sehingga menjadi lebih kuat dan terbentuk sempurna.

Seperti yang kita tahu bahwa ketika aktif bergerak seperti olahraga atau latihan, maka tubuh akan menjadi sehat dan bugar. Ada banyak jenis olahraga atau latihan yang bisa dilakukan, salah satunya adalah push up.

Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan latihan yang satu ini, bukan? Sebab, latihan ini seringkali dipilih sebagai latihan rutin oleh banyak orang karena sangat mudah untuk dilakukan.

Push up merupakan olahraga yang melibatkan otot bagian atas seperti otot dada, bisep, trisep, bahu, dan lengan.

Latihan ini juga bisa dilakukan sebagai pemanasan sebelum memulai olahraga yang lebih berat, seperti angkat beban.

Manfaat push up tidak hanya untuk menguatkan otot bahu saja. Ada banyak manfaat lain yang bisa didapatkan jika dilakukan secara teratur. Apa saja manfaat tersebut?

Baca juga: 7 Gerakan Senam Irama, dari Marching hingga Lunge

1. Menambah kekuatan dan massa otot

(foto: pexels)

Walaupun dianggap sebagai latihan sederhana, namun manfaat yang diberikan tidaklah main-main. Push up bisa menambah kekuatan dan massa otot. Sebab, latihan ini banyak melibatkan otot dalam melakukannya.

Ada beberapa variasi gerakan latihan otot ini. Masing-masing dari gerakan tersebut memberikan manfaat yang sama, yakni menguatkan dan menambah massa otot. Bedanya, hanya ada pada jenis ototnya saja.

Contohnya, gerakan backward push up yang dipercaya dapat membentuk dan menguatkan otot bagian atas, yakni otot perut dan pinggul. Sementara, gerakan lainnya yakni push up sempit diyakini mampu membentuk dan memperkuat otot trisep.

2. Manfaat push up untuk menurunkan berat badan

9 Manfaat Push Up, Mengencangkan Otot hingga Payudara

(foto: pexels)

Push up masuk ke dalam kategori latihan hiit cardio, dimana latihan tersebut membutuhkan kekuatan ekstra dibanding cardio biasa seperti jogging, bersepeda, jalan santai, zumba, dan lainnya.

Oleh sebab itu, latihan ini sangat ampuh dalam menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan, latihan ini bisa membakar kalori cukup banyak yakni sebanyak tujuh kalori dalam satu menit.

Jika dilakukan dalam waktu yang cukup lama, bayangkan saja berapa banyak kalori yang akan terbakar?

Cara membakar kalori pada latihan hiit cardio  adalah ketika sedang dan setelah melakukan latihan.

Jadi, ketika kamu sudah melakukan latihan ini dalam waktu yang cukup lama, proses pembakaran kalori akan dilakukan pada saat latihan sedang berlangsung dan juga setelah latihan berakhir.

Berbeda dengan latihan cardio yang proses pembakara kalorinya hanya saat sedang latihan saja.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa push up lebih banyak membakar kalori dalam waktu yang panjang dibanding dengan jogging yang hanya membakar kalori pada saat sedang berlangsung saja.

3. Menyehatkan jantung

9 Manfaat Push Up, Mengencangkan Otot hingga Payudara

(foto: pexels)

Tidak hanya untuk menguatkan otot dan menurunkan berat badan saja, manfaat push up juga bisa dirasakan untuk kesehatan, khususnya pada jantung.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa pria yang melakukan push up selama 40 kali berturut-turut, bisa menurunkan resiko penyakit jantung sebanyak 96% dibanding yang tidak melakukannya.

Penelitian lainnya juga membuktikan bahwa pria yang melakukan latihan otot ini sebanyak 11 kali dapat terhindar dari penyakit jantung dengan presentase sekitar 64%.

4. Menjaga keseimbangan tubuh

9 Manfaat Push Up, Mengencangkan Otot hingga Payudara

(foto: istockphoto)

Keseimbangan tubuh hanya dapat diperoleh ketika otot-otot di dalam tubuhmu kuat. Sebagaimana kita tahu, bahwa push up bermanfaat untuk menguatkan otot-otot di dalam tubuh, terutama di bagian atas.

Oleh sebab itu, push up juga memiliki manfaat untuk membuat tubuh menjadi lebih seimbang. Dengan kondisi tubuh yang seimbang, sangat mungkin bagi kamu untuk bisa bergerak bebas dengan cukup mudah.

Tidak hanya itu, menjaga keseimbangan tubuh juga sangat penting agar tidak mudah lelah dan kuat melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

5. Meningkatkan jumlah hormon tertosteron

9 Manfaat Push Up, Mengencangkan Otot hingga Payudara

(foto: istockphoto)

Manfaat push up juga bisa dirasakan pada pria, salah satunya adalah meningkatkan jumlah hormon tertosteron.

Tertosteron merupakan hormon reproduksi yang juga mempengaruhi fisik pria ketika beranjak dewasa, seperti tumbuhnya jakun, suara mulai berat, pertumbuhan penis dan testis, dan masih banyak lainnya.

Hormon ini sangatlah penting, sebab memiliki fungsi yang dapat mempengaruhi kehidupan pria selanjutnya.

Jumlah tertosteron yang tinggi, dapat meningkatkan gairah seksual dan juga menghasilkan sperma yang berkualitas.

Dengan melakukan latihan otot secara rutin, dipercaya hormon tersebut dapat meningkat secara signifikan.

Baca juga: Mengenal Gerak Lokomotor, Non-lokomotor, dan Manipulatif

6. Mengencangkan payudara

9 Manfaat Push Up, Mengencangkan Otot hingga Payudara

(foto: pexels)

Tidak hanya pada pria, push up juga bisa memberikan manfaat baik bagi wanita, yakni mengencangkan payudara.

Payudara kencang menjadi dambaan hampir semua wanita. Pasalnya, dengan bentuk payudara yang tidak kendur maka penampilan akan terlihat lebih sempurna, sehingga rasa percaya diri akan jauh lebih tinggi.

Tidak hanya itu saja, payudara kencang juga menjadi daya tarik seksual. Dengan demikian, hubungan seksual dengan pasangan akan selalu hangat dan harmonis.

Selain payudara, push up secara rutin juga bisa mengencangkan otot tubuh lainnya seperti lengan, perut, hingga tungkai. Sehingga, bentuk badan yang ideal juga bisa kamu dapatkan dari latihan otot ini.

7. Memelihara kesehatan tulang

Memelihara kesehatan tulang

(foto: adobestock)

Tulang merupakan bagian tubuh yang memilki fungsi sangat penting, yakni menopang tubuh agar mampu berdiri tegak. Selain itu, juga membantu otot untuk bisa menggerakkan seluruh tubuh.

Mengingat pentingnya fungsi tulang, maka kesehatan tulang harus selalu diperhatikan. Jika kesehatan tulang tidak dijaga, maka akan timbul beberapa masalah seperti tulang keropos, osteoporosis, hingga kanker tulang yang cukup berbahaya.

Push up secara rutin bisa membantumu untuk menjaga kesehatan tulang. Latihan ini dapat membantu menjaga kepadatan tulang sehingga terhindar dari penyakit osteoporosis.

8. Mencegah sakit punggung

Mencegah sakit punggung

(foto: adobestock)

Membawa atau mengangkat barang terlalu banyak, seringkali menyebabkan punggung terasa sakit. Kondisi tersebut kerap mengganggu aktivitas, bahkan tidurpun terasa tidak nyenyak akibat nyeri pada punggung.

Nyeri punggung dapat dicegah dengan cara melakukan latihan, salah satunya adalah push up. Hal ini dikarenakan, pada saat push up otot perut, pinggul, dan punggung bawah aktif bergerak, sehingga membuat mereka menjadi lebih kuat.

Otot punggung yang kuat, dapat mencegah terjadinya sakit atau nyeri pada punggung. Selain itu, juga dapat mengatasi nyeri pundak dan leher.

Oleh karena itu, olahraga ini sangat cocok bagi kamu yang suka melakukan aktivitas berat, terutama yang banyak melibatkan otot bagian atas.

9. Mencegah dan mengatasi sarcopeniama

Mencegah dan mengatasi sarcopeniama

(foto: istockphoto)

Seiring bertambahnya usia, makan akan terjadi proses penurunan massa otot. Kondisi tersebut kerap disebut dengan sarcopenia.

Sarcopenia, umumnya menyerang para lansia, sehingga membuat tubuh mereka menjadi lebih lemah. Apalagi, jika di masa mudanya jarang berolahraga.

Push up bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi penyakit tersebut. Sebab, latihan ini mampu menambah dan memperkuat massa otot sehingga penyakit sarcopenia bisa dihindarkan.

Akhir kata

Nah, itu dia sembilan manfaat push up yang bisa diperoleh jika dilakukan secara rutin. Perlu digarisbawahi, latihan otot ini tidak perlu dilakukan secara berlebihan, dan jangan terlalu memaksakan kemampun tubuhmu.

Sebab, manfaat push up masih bisa kamu rasakan walau dilakukan dalam waktu singkat, namun dengan posisi dan cara yang benar.

Jangan lupa untuk melakukan pemanasan kecil terlebih dahulu sebelum melakukan latihan ini. Tujuannya adalah, agar otot lebih siap sehingga terhindar dari cedera yang justru dapat membahayakan tubuh.